Sejarah Singkat Masjid Raya Bogor

Salah satu bangunan Masjid yang terkenal di Kota Bogor adalah Masjid Raya Bogor,yang mana masjid ini merupakan salah satu tempat ibadah umat islam terbesar di kota Bogor,bangunan masjid ini merupakan masjid dengan area yang cukup luas dengan menempati lahan seluas 4,057 meter persegi dan berlokasi di Jalan Pajajaran. Alamat lengkapnya ada di Jalan Pajajaran no 10 Kota Bogor.

Bagi anda yang tinggal di kota Bogor atau yang sering berkunjung ke Bogor pasti tidak asing lagi dengan bangunan Masjid Raya Bogor. yang mana lokasi Masjid Raya Bogor ini berada di area Jl Raya Pajajaran No 10, Kota Bogor, yang mana sekitar 400 meter dari Terminal Baranangsiang atau juga bisa arah ke sebelah kiri tepat di sebelah pertigaan jika keluar dari arah tol Jagorawi. Maka dengan ini,tentu saja lokasi ini sangat strategis.

Sejarah Singkat Masjid Raya Bogor

Dalam sejarahnya, masjid raya bogor ini terhitung sudah sangat tua sekali. Pertama kali dibangun pada tahun 1970 dan dinyatakan selesai tahun 1979. Yang menambah istimewa dari bangunan masjid ini adalah dilengkapi dengan adanya bangunan megah berupa Gedung Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam terbesar di Kota Bogor yang berada di depan samping kanan, serta perpustakaan umum yang ada di serambi masjid. Meski perpustakaan yang tersedia terkesan kuran dikelola dengan baik, namun setidaknya masjid ini telah memiliki semangat untuk melengkapi sarana prasarana yang penting bagi pemberdayaan umat.

Dalam catatan sejarahnya, pembuat serta yang mendesain bangunan masjid ini adalah seorang arsitek yang cukup terkenal pada masanya yakni  FX Silaban, seorang arsitek yang beragama Kristen yang mana sangat taat ajaran nya, namun juga seorang yang sangat pluralis dan konon beliau ini juga sempat merancang Masjid Istiqlal di Jakarta, serta Makam Raden Saleh yang ada di Kota Bogor.

Namun demikian, pada tahun 2006, masjid ini dilakukan revitalisasi (perbaikan) dimana pengerjaannya ini telah memakan waktu sangat lama dan baru diresmikan kembali pada tanggal 16 Januari 2013. Sekali lagi, jika kita berkunjung ke sana cukup puas karena dapat menikmati kemebahan dan keindahan sebuah rumah ibadah.

Baca Juga: Masjid Agung Baiturahmah Sukoharjo

Lokasi utama masjid raya bogor ini sangat mudah untuk diakses terutama ketika anda dari arah tol Jagorawi karena letaknya hanya berjarak kurang lebih 400 meter saja dari ujung jalan tol tersebut.

Kompleks Masjid Raya Bogor ini setidaknya pernah dibangun selama kurang lebih sekitar 10 tahun. Peletakan batu pertama masjid raya bogor ini terjadi sekitar tahun 1970 dan dinyatakan selesai pada tahun 1980.

Pada tahun 2012 telah terjadi renovasi atau revitalisasi yang mana kala itu dilakukan pada bangunan masjid ruangan utama, mengingat usianya sudah menua. Maka proses revitalisai ini dijadwalkan selesai di awal tahun 2013.

Di dalam kompleks Masjid Raya Bogor ini juga terdapat beberapa bangunan. Yang mana semuanya itu menggunakan lahan terbesar adalah bangunan pada masjidnya dengan lantai berukuran kurang lebih 500-600 meter persegi.

Bagi para jemaah juga disediakan halaman parkir yang cukup luas, yaitu +- 825 meter persegi. Untuk tempat jemaah bersuci, disediakan fasilitas ner-wudhu seluas 176 meter persegi.

Selain bangunan mssjid, terdapat pula sebuah struktur bangunan menara yang ada  di sebelah selatannya,kantor BAZIS Kota Bogor yang mana menempati bagian lantai bawah dari menara tersebut. Juga terdapat gedung Balai Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Bogor.

Bagian dalam ruangan utama Masjid Raya Bogor ini memiliki dua tingkat yang sama-sama mempunyai lantai dengan bahan utama marmer yang mana semua itu telah memberikan suasana sejuk untuk semua yang sedang menjalankan ibadah shalat 5 waktu. Kedua lantai dapat dipergunakan untuk menampung jemaah dalam jumlah cukup besar.

Mengarah ke kiblat terdapat mihrab (tempat imam memimpin shalat atau menyampaikan khotbah) memiliki warna keemasan. Selain itu terdapat sebuah lampu kristal besar tergantung di tengah ruangan.

Berbagai macam aspek arsitektur Islam ini juga memenuhi pada bagian ruangan. Untuk membantu para jemaah agar tidak kesulitan saat mendengarkan kutbah saat shalat jumat ataupun shalat ied ketika Hari Raya Idul Fitri, terpasang beberapa macam loud speaker yang ada pada dinding.

Belum lagi pada siang hari, yaitu waktu shalat dzuhur banyak dipadati para jemaah sholat. Dalam pantauan bimasislam, masjid ini hampir 2/3 ruang ruang ibadah dipenuhi oleh para jamaah sholat dzuhur, sebuah kondisi yang berbeda dibandingkan denga beberapa masjid lainnya. Rerata jemaah yang datang adalah para pegawai kantoran sekitar masjid dan para wisatawan yang datang ke Bogor.

Desain bagian dalam masjid raya bogor ini cukup unik dan juga sangat menarik dengan hiasan lampu kristal yang menggantung tepat berada di tengahnya. Setelah revitalisasi maka untuk total biaya nya menelan dana hingga Rp 22 miliar, Masjid Raya Bogor saat ini telah banyak memiliki satu kubah besar yang mana kubah itu diapit dengan dua kubah kecil,yang mana dahulunya untuk menggantikan atap masjid yang sebelumnya bergaya limasan dua tumpang.

Masjid Raya Bogor ini mempunyai ruang utama yang boleh dikatakan sangat luas, meskipun tidak bisa dikatakan sangat besar. Terdapat sebuah balkon yang berada di bagian sisi kiri dan juga sisi kanan atas ruang utama dengan penopang berwarna keemasan menambah yang mana berfungsi untuk menambah daya tampung masjid terbesar di Kota Bogor ini.

Pada bagian langit-langit yang ada di bawah balkon ini juga dihiasi berbagai macam ornamen yang berbentuk bintang segi delapan, dengan lampu-lampu hiasan tanam. Tembok dinding pada kiri kanan dan atas mihrab dilapis bahan semen fiber-glass yang disebut GRC Board, berhiaskan kaligrafi huruf Arab berisi petikan ayat-ayat Al-Quran serta ornamen lengkung dan garis.

Pada sisi atas tepatnya berada di lubang mihrab terdapat sebuah tulisan Arab yang berbunyi “Allah” dan “Muhammad” dengan dua buah baris kaligrafi mendatar di atasnya, dan diapit sepasang kaligrafi melingkar di kiri kanannya. Tempat imam dan mimbar khatib menjadi satu dengan bagian atasnya berhias ukiran yang menarik.

Satu hal yang bisa dilihat adalah keberadaan bangunan menara yang letaknya terpisah lumayan jauh dari bangunan utama masjid. Menara yang berdiri cukup jauh dari bangunan utama terkesan seperti sebuah bangunan mandiri, jika saja tidak ada lorong penghubung diantara kedua bangunan itu. Bagian dasar menara berbentuk segi empat tiga tingkat, dengan tingkat ketiga berukuran lebih kecil. Di bagian dasar pada tiang menara,juga masih dalam bentuk segi empat, kemudian di atasnya dibuat menjadi bentuk segi enam dengan ukuran semakin ke atas semakin kecil dan berakhir dengan bagian kubah yang berada tepat di sisi puncak,dengan tambahan berupa tiang yang berhiaskan bulan bintang. Menara yang cukup indah dipandang mata tentu saja.

Selain itu, ada Gedung Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam Bogor yang juga memiliki desain yang sangat menarik. Sebuah perpaduan antara bangunan masjid dengan gedung penopang aktiftas masjid yang menarik. Dilihat dari majalah dinding yang dipampang di kanan kiri depan masjid terdapat berbagai aktifitas masjid, seperti kajian Islam rutin dan temporer yang bisa diikuti oleh umat Islam Bogor dan sekitar.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>