Produksi Tahu hingga Melatih Mandiri Karyawan

Desa Kraton Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri ini memiliki produk olahan kedelai. Diantaranya adalah tahu dan kripik tempe buatan Suprianto bersama istrinya, Miftahul Hasanah.

Usaha tahu yang Suprianto dirikan sejak 2007 di Desa Kraton ini memiliki perbedaan dengan usaha tahu lainnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Miftahul Hasanah, “Kami ndak mau sistem kulak mbak (tidak mau sistem tengkulak mbak), jadi lebih baik diajari bikin tahu biar jualan sendiri.” Ia juga mengungkapkan usaha yang dirintis suaminya sebelum menikah ini melakukan produksi setiap harinya. “Permintaan pasar mbak, bakul etek (pedagang sayur), dan suami juga jual sendiri di Ngadisimo,” terang ibu 3 anak ini.

Bisa juga baca ini nih Mengenal Jenis dan Manfaat Pupuk Anorganik

Produksi tahu yang dilakukan Suprianto bersama istrinya ini memiliki karyawan tetap yang berasal dari Desa Kraton dan saudara mereka. “Ada yang bagian produksi, ada yang nganterin ke warung, dan kalo di Ngadisimo suami saya sendiri,”terang Miftahul. Ia juga menjelaskan bila membuka usaha produksi tahu dilatar belakangi oleh kemampuan suaminya yang pernah ikut sebagai karyawan perusahaan tahu di Kota Nganjuk.

Tantangan yang pernah dihadapi Suprianto bersama istrinya bearda diawal membuka usaha tahu putihnya secara mandiri di Desa Kraton. “Modal mbak, karena beli bahan mentahnya saja butuh dana. Kui adol motor siji mbak (Itu jual satu motor mbak),” terang Miftahul. Setelah tantangan mampu dilampaui, Suprianto dan Miftahul merintis usahanya hingga saat ini mereka memiliki alumni karyawan yang mampu membuka usaha tahu secara mandiri di wilayah Mojo Kabupaten Kediri.

“Saat ini bila ditotal udah ada 4 orang karyawan kami yang buka usaha sendiri mbak,” terang Miftahul. Hasil dari produksi tahu pasangan suami istri ini mampu membeli 1 kendaraan roda 4 serta mendirikan rumah dan tempat produksi di Desa Kraton. (c2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *