Mengenal Jenis dan Manfaat Pupuk Anorganik yang sering digunakan oleh Petani.

Berbicara mengenai pupuk, pasti sudah tidak asing lagi. Pupuk adalah suatu bahan yang
mengandung satu atau lebih unsur hara atau nutrisi yang digunakan untuk tanaman agar dapat
berproduksi dengan baik. Diantara unsur hara yang diperlukan oleh tanaman yaitu seperti C,
H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, dan lain sebagainya. Pupuk dapat diaplikasikan melalui tanah,
daun, atau injeksi ke batang tanaman. Terdapat dua jenis pupuk, yaitu pupuk padat dan pupuk
cair. Sedangkan berdasarkan proses pembuatannya pupuk dibedakan menjadi dua, yaitu
pupuk alam dan pupuk buatan.


Besarnya kandungan unsur hara tertentu yang terdapat di dalam pupuk dinyatakan dalam
persen. Semakin tinggi persentasenya maka semakin tinggi pula kandungan haranya.
Misalnya pupuk ZA (amonium sulfat) persentase kandungan N sebesar 21 %, itu artinya
setiap 100 kg pupuk ZA mengandung 45 kg N. Kandungan ini lebih rendah jika
dibandingkan dengan kandungan N yang ada didalam pupuk urea, yang mengandung 45 %
N. Oleh sebab itu, dalam menghitung takaran pupuk untuk penelitian kesuburan tanah atau
penelitian di rumah kaca, harus dilakukan dengan benar dan teliti serta harus
memperhitungkan jenis sumber pupuk yang digunakan. Apabila melakukan kesalahan dalam
menghitung pupuk akan merubah perlakuan yang telah ditentukan, menurunkan tingkat
ketelitian dan selanjutnya berakibat terhadap hasil dan kesimpulan penelitian.

Simak juga nih Jual Bibit Pohon Gaharu Berkualitas

Dalam pembahasan kali ini kita akan mengupas tentang Pupuk Buatan atau Pupuk Kimia atau
Pupuk Anorganik. Pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat atau dihasilkan oleh manusia
melalui pabrik dengan menggunakan bahan-bahan mineral. Dalam pengaplikasian atau
penggunaanya, pupuk kimia lebih praktis dan lebih mudah apabila dibandingkan dengan
pupuk organik. Oleh sebab itu, rata-rata para petani lebih banyak menggunakan pupuk kimia
atau pupuk anorganik.
Kadar, hara, jenis hara, dan komposisi hara di dalam pupuk buatan telah ditentukan oleh
produsen dan menjadi ciri khas dari penamaan atau merek pupuk. Berdasarkan ragam hara
yang dikandungnya, pupuk buatan dibedakan menjadi dua, yaitu pupuk tunggal dan pupuk
majemuk. Pupuk tunggal adalah jenis pupuk yang mengandung satu macam unsur hara,
misalnya pupuk N (nitrogen), pupuk P (fosfat), atau pupuk K (kalium). Pupuk tunggal yang
mengandung unsur N dikenal dengan pupuk urea, ZA (zvavelvuure ammonium) biasa dikenal
ammonium sulfat. Pupuk yang mengandung unsur P yakni TSP (triple superphosfat) dan SP-

  1. Pupuk tunggal tersebut sudah ditetapkan Standart Nasional Indonesia (SNI) nya. Suatu
    pupuk disebut sebagai urea apabila kandungan Nitrogen di dalam pupuk tersebut sekitar 45-
    46% N, pupuk nitrogen lain yang mengandung N selain 45-46% N tidak bisa disebut urea.
    Contoh lain misalnya SP-36 adalah pupuk P yang kandungan P2O5 sebesar 36%. Pupuk yang
    mengandung unsur K ialah pupuk KCl, K2SO4 (ZK).
    Sedangkan Pupuk Majemuk adalah jenis pupuk yang mengandung satu macam unsur hara,
    misalnya pupuk N (nitrogen), pupuk P (fosfat), atau pupuk K (kalium). Pupuk tunggal yang
    mengandung unsur N dikenal dengan pupuk urea, ZA (zvavelvuure ammonium) biasa dikenal
    ammonium sulfat. Pupuk yang mengandung unsur P yakni TSP (triple superphosfat) dan SP-
  2. Pupuk tunggal tersebut sudah ditetapkan Standart Nasional Indonesia (SNI) nya. Suatu
    pupuk disebut sebagai urea apabila kandungan Nitrogen di dalam pupuk tersebut sekitar 45-
    46% N, pupuk nitrogen lain yang mengandung N selain 45-46% N tidak bisa disebut urea.
    Contoh lain misalnya SP-36 adalah pupuk P yang kandungan P2O5 sebesar 36%. Pupuk yang
    mengandung unsur K ialah pupuk KCl, K2SO4 (ZK).
    Jenis-Jenis Pupuk Anorganik
  3. Pupuk NPK
    Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang mengandung
    unsur hara utama yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk NPK adalah salah satu
    jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan.
    Jenis-jenis Pupuk NPK:
    1) Pupuk NPK Mutiara 16-16-16
    Tahukah Anda dengan Pupuk NPK Mutiara yang satu ini? Mungkin bagi para
    petani pupuk ini sudah tidak asing lagi, tapi bagi masyarakat biasa pupuk ini
    tidak banyak yang tahu. Pupuk NPK Mutiara ini merupakan pupuk terbaik
    yang pertama. Pupuk NPK Mutiara merupakan pupuk majemuk yang paling
    banyak digunakan oleh para petani. Pupuk ini berbentuk granul (butiran)
    dengan warna biru langit dan mempunyai sifat mudah larut dalam air. Pupuk
    NPK Mutiara ini dapat digunakan pada semua jenis tanaman, seperti tanaman
    sayuran, tanaman pangan maupun tanaman perkebunan dan industri.
    Kandungan utama dari Pupuk Mutiara ini yakni 3 unsur makro, yang terdiri
    dari nitrogen (N) sebesar 16%, phosphat (P) 16% dan Kalim (K) 16% dan juga
    dilengkapi dengan kalsium (CaO) dan magnesium (MgO) dalam jumlah kecil.
    Pupuk NPK Mutiara dapat diaplikasikan sebagai pupuk dasar maupun pupuk
    susulan.
    2) Pupuk NPK Basf 15-15-15
    Pupuk NPK BASF merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang
    mengandung sedikitnya 5 unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan
    oleh tanaman. Pupuk NPK Basf merupakan pupuk majemuk yang
    mengandung 15% N, 15% P2O5 dan 15% K2O. Karena kandungan tersebut
    pupuk ini juga dikenal dengan istilah Pupuk NPK 15-15-15 NITROPHOSKA.
    Pupuk ini berbentuk butiran granul dengan warna biru pudar yang biasanya
    dikemas dalam kemasan plastik. Pupuk NPK BASF ini dibuat menggunakan
    proses Odda melalui pelarutan batuan fosfat menggunakan asam nitrat. Hingga
    saat ini, pupuk NPK Bash masih diimpor dari Jerman oleh sebab itu harganya
    masih tergolong cukup mahal. Meskipun harga pupuk ini sangat mahal, pupuk
    ini tetap laris dipasaran karena mempunyai khasiat yang cukup baik bagi
    pertumbuhan tanaman dengan reaksi yang cukup cepat. Karena kandungan
    tersebut pupuk ini juga dikenal dengan istilah Pupuk NPK 15-15-15
    NITROPHOSKA.
    3) Pupuk NPK Phonska

Pupuk NPK Phonska adalah pupuk yang di produksi oleh perusahaan milik
pemerintah (BUMN) yaitu PT. Petrokimia Gresik yang merupakan produsen
pupuk terbesar dan terlengkap di Indonesia. Pupuk NPK Phonska merupakan
salah satu pupuk yang disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya jauh lebih
murah dan terjangkau dibandingkan dengan pupuk yang lain. Pupuk ini tidak
dijual bebas, artinya pupuk ini didistribusikan secara tertutup sehingga hanya
dijual ke petani yang tergabung dalam kelompok tani yang telah terdaftar saja.
Pupuk NPK Phonska merupakan pupuk majemuk yang memiliki beberapa
kandungan unsur hara makro, yakni Nitrogen (N), Phospat (K), Kalium (K),
dan Sulfur (S).

  1. Pupuk Phospat
    Pupuk phosphor atau phosphat adalah pupuk yang bermanfaat untuk merangsang akar
    dan tanaman, bahan pembentuk dinding dan inti sel tanaman, merangsang
    pembentukan bunga tanaman, dan berperan penting dalam pengangkutan energi hasil
    fotosintesis ke seluruh bagian tanaman. Pupuk Phospor yang paling terkenal di
    kalangan masyarakat yaitu pupuk TSP, SP 36 dan SP 18. Pupuk TSP (memiliki
    kandungan fosfor sebesar 46%, berwarna abu-abu tua, berbentuk butiran dengan
    struktur yang keras, serta memiliki sifat kelarutan yang rendah), Pupuk SP 36
    (memiliki kandungan fosfor sebesar 36%, berwarna putih pucat, berbentuk butiran
    dengan struktur yang keras, serta memiliki sifat kelarutan yang rendah), dan pupuk SP
    18 (memiliki kandungan fosfor sebesar 18%, berwarna putih pucat, berbentuk butiran
    dengan struktur yang keras, serta memiliki sifat kelarutan yang rendah. Pupuk
    Phospor memiliki sifat yang tidak mudah atau sukar larut dan terurai, sehingga air
    hujan tidak akan mudah mencucinya. Maka dari itu, penggunaannya lebih sering di
    taburkan pada bedengan sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan. Unsur fosfor (P)
    memiliki peran yang cukup penting selama fase pertumbuhan dan perkembangan
    tanaman, hal ini di karenakan fosfor termasuk unsur hara makro esensial. Konsentrasi
    fosfor (P) pada tanaman umumnya antara 0,1% – 0,4%.
  2. Pupuk Nitrogen
    a. Pupuk Urea
    Pupuk Urea adalah pupuk kimia dengan kandungan Nitrogen (N) yang berkadar
    tinggi. Pupuk urea terbuat dari gas amoniak dan gas asam arang. Persenyawaan
    kedua zat inilah yang pada akhirnya menimbulkan pupuk urea memiliki
    kandungan N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg mengandung 46 kg
    Nitrogen, Moisture sebesar 0,5%, Kadar Biuret 1%, dengan ukuran 1-3,35MM
    90% Min serta berbentuk Prill. Pupuk ini berwarna putih yang berbentuk seperti
    tepung kasar, dengan struktur agak keras dan memiliki sifat kelarutan yang tinggi.
    b. Pupuk ZA (Zwavelzure Amoniak)
    Zwavelzure Amoniak atau yang lebih dikenal dengan sebutan ZA merupakan
    pupuk yang terbuat dari gas amoniak dan asam belerang (zwavelzure).
    Persenyawaan kedua zat inilah yang pada akhirnya menghasilkan kandungan N
    sebanyak 20,5 – 21%. Pupuk ini berwarna (Putih, abu-abu, biru keabu-abuan, atau
    kuning), yang berbentuk kristal kecil-kecil dengan sifat kelarutan yang sedang.

Sifat dari pupuk ini adalah reaksi kerjanya agak lambat dan akar tanaman tidak
dapat menyerap bersama air tanah, tetapi harus mendapatkannya secara langsung.
Penggunaan pupuk ini biasanya di taburkan pada bedengan sebagai pupuk dasar,
namun pemberian pupuk ZA yang terlalu sering dapat menyebabkan tanah
menjadi masam. Pupuk ini cocok diberikan pada tanah yang kurang mengandung
Kalsium.

  1. Pupuk Kalium
    a. Pupuk Kalium Klorida
    Pupuk jenis yang satu ini merupakan pupuk yang paling sering digunakan oleh
    petani. Namun dikarenakan harganya yang cukup mahal, pupuk ini cukup langka
    ditemukan di pasaran. Pupuk KCL dikategorikan dalam dua macam. Jenis pertama
    adalah KCL 80 yang memiliki kandungan K2O sebanyak 53%. Jenis kedua adalah
    KCl 90 yang memiliki kandungan K2O sebanyak 58%. Bentuk dari pupuk KCL
    adalah kristal dengan warna putih atau merah, berstruktur keras dan memiliki sifat
    kelarutan yang sedang. Jenis pupuk yang satu ini cocok digunakan untuk tanah
    dengan kadar klorida rendah. Manfaat dari pupuk klorida ini antara lain yaitu:
    Meningkatkan hasil panen, daya tahan terhadap serangan penyakit, menguatkan
    batang tanaman (agar tidak mudah rebah), menbantu terbentuknya protein dan
    karbohidrat, serta merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman.
    b. Pupuk Kalium Sulfat (ZK)
    Pupuk Kalium Sulfat (ZK) merupakan pupuk yang terbuat dari campuran kalium
    oksida dengan asam belerang. Dikarenakan campuran tersebut, menyebabkan
    pupuk ini sering disebut sebagai pupuk ZK (Zwavelzure Kali). Bentuk dari pupuk
    ini adalah butiran kecil-kecil yang berwarna putih. Jika diaplikasikan pada tanah,
    pupuk ini akan bereaksi asam dan bersifat tidak higroskopis. Jenis Pupuk ZK yang
    umum di pasaran ada dua, yang pertama adalah ZK 90 (dengan kandungan K2O
    sebesar 45% hingga 90%) dan yang kedua adalah ZK 96 (dengan kandungan K2O
    sebesar 52%). Manfaat dari pupuk ini adalah mencukupi kebutuhan hara kalium,
    menurunkan pH tanah, menguatkan batang tanaman, dan meningkatkan ketahanan
    tanaman dari hasil tanaman.
  2. Kapur Pertanian
    a. Pupuk Dolomit
    Pupuk Dolomit adalah pupuk yang mengandung unsur hara Kalsium (CaO) dan
    magnesium (Mg) dengan kadar yang cukup tinggi. Sehingga pupuk ini dapat
    menetralkan pH tanah. Kandungan pupuk dolomit yakni Kalsium Klorida (CaO)
    dan Magnesium Oksida (MgO) sebesar 47% serta Kalsium Karbonat dan
    Magnesium Karbonat sebesar 85%.
    manfaat pupuk dolomit antara lain yakni: mengatur tingkat keasaman dan pH
    tanah, Mensuplai kebutuhan hara Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) pada
    tanaman, mempercepat penyerapan zat-zat hara yang sudah ada di dalam tanah,
    dan dapat membantu unsur pembentuk warna daun (klorofil) menjadi baik,
    sehingga membuat hijau daun yang sempurna.
    b. Kapur Tohor

Kapur tohor atau yang lebih dikenal dengan nama kimia Kalsium Oksida (CaO)
adalah hasil dari pembakaran kapur mentah pada suhu kurang lebih sekitar 90
derajat celcius. Proses pembuatan Kalsium oksida ini biasanya dibuat melalui
dekomposisi termal bahan-bahan seperti batu gamping atau cangkang kerang yang
mengandung kalsium karbonat (CaCO3; mineral kalsit) sebagai kapur bakar. Hal
ini dilakukan dengan memanaskan material ini diatas 825 derajat celcius (1.517
derajat fahrenheit).

  1. Pupuk Daun
    Jika kalian berpikir pupuk daun adalah pupuk yang terbuat dari daun, kalian salah
    besar. Pupuk daun bukanlah pupuk yang terbuat atau berbahan dari daun ataupun
    pupuk untuk menumbuhkan daun. Pupuk daun merupakan pupuk yang berbahan baku
    organik maupun kimia yang diberikan pada tanaman melalui mulut daun atau stomata,
    dengan cara disemprotkan ke daun dan ke seluruh bagian tanaman yang bertujuan
    untuk memberikan unsur hara tambahan bagi tanaman selain dari yang diserap oleh
    akar tanaman. Pemberian pupuk ini juga tidak bisa sembarangan, pemberian dosis
    yang tidak tepat dapat berdampak buruk bagi tanaman.
    Pupuk daun biasanya mengandung unsur hara makro dan mikro yang terdiri dari
    unsur N 9,01 %, P205 5,80 %, dan K20 6,12 % serta unsur yang lainnya seperti S
    1,89 %, Mg 0,03 %, Fe 0,02 %, Zn 37,22 %, Mo 47,91 %, Mn 57,58 %, Co 4,66 ppm,
    B 0,04 % dan Cu 0,01 %.
  2. Pupuk Kalsium
    Pupuk Kalsium sangat dianjurkan digunakan karena selain untuk memperkuat
    tanaman, fungsi pemberian pupuk ini adalah untuk merangsang pertumbuhan akar,
    mempermudah penyerapan kalium, dan sebagai faktor pembatas dalam pembentukan
    dinding sel. Secara tidak langsung akan membuat kalsium seolah-olah bertugas
    mempengaruhi pembelahan sel tanaman itu sendiri.
    Dari semua kelebihan pupuk kalsium yang di gunakan pada tanaman, terdapat satu
    yang sangat bermanfaat yaitu Kalsium dapat menetralkan reaksi asam dalam tanah.
    Pengaplikasian pupuk kalsium dalam skala pH rendah ternyata dapat meningkatkan
    nilai pH tanah menjadi netral.
    Demikian artikel tentang Mengenal Jenis dan Manfaat Pupuk Anorganik yang sering
    digunakan oleh Petani. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *